Jadilah orang yang…

Ketika kamu lahir, hanya kamu yang menangis tapi semua orang tertawa bahagia menyambut hadirmu di dunia…

Ketika kamu memejamkan mata, hanya kamu yang tersenyum tapi semua orang menangisi kehilanganmu…

Bikin mewek nggak sihhhh?!?!?

Dan itu lah yang kemaren gw alami. Anak sepupu gw, RAESHA AZKA VARISHA, lahir tanggal 5 Januari 2016 lahir menderita kelainan klep jantung. Sempet operasi pasang kateter tanggal 12 Januari 2016. Waktu itu gw nggak sempet nengokin. And dapet kabar kalo operasi itu gagal karena klepnya terlalu tebal. Rencananya akan dilanjutkan dengan operasi bypass tanggal 14 Januari 2016. Gw hari Rabunya (sehari sebelum operasi) sempet nengokin pas jam makan siang. Dan ternyata operasinya dipercepat hari itu juga.

Hujan mengiringi jalannya operasi yang katanya akan memakan waktu sekitar 5-6 jam. Waktu itu karena hujan, gw belum bisa balik kantor, so sekalian gw tunggu proses operasinya. Alhamdulillah operasi yang harusnya makan waktu 5-6 jam, bisa cepet dalam waktu kurang dari 2 jam. Kami yang harap2 cemas, bersujud syukur karena operasinya berhasil.

Long short story, gw dapet apdet perkembangan kesehatan Raesha dari wasap grup and so far perkembangan menunjukkan perbaikan. Alat2nya udah mulai dilepas and dokter tinggal liat aliran oksigen ke tubuhnya apakah masih tergantung pada alat ato jantungnya udah bisa mompa sendiri. Bahkan ada share foto sodara gw lagi gendong Raesha yang cuma dipasang selang oksigen. Gw berharap kondisinya makin membaik dan cepet kumpul sama keluarga.

Tapi Allah berkehendak lain. Jam 3 pagi tanggal 22 Januari 2016 orangtuanya ditelpon rumah sakit kalo kondisi Raesha drop. Dan sekitar pukul 12.45 dokter bilang sudah tidak ada harapan. Ibunya sendiri yang melepas alat bantu yang terpasang di tubuh Raesha *gw mulai brebes mili* Gw saksiin sendiri Ibunya and Ayahnya mandiin Raesha untuk pertama dan terakhir kalinya. Campur aduk rasanya.

Kami sudah berusaha maksimal, kata budhe gw (ibu sepupu gw). Iya, gw tau. Semua udah usaha maksimal. Dan Raesha udah maksimal juga. Nggak nyerah dengan segala keterbatasannya. Meski ternyata Allah lebih sayang sama Raesha dan sayang sama ayah ibunya sehingga Raesha dipanggil untuk jadi tabungan Ayah Ibunya di surga kelak, gw yakin Raesha pasti sedih sekaligus bangga menjadi anak dari sepupu gw dan istrinya.

Kemaren, kepulangan Raesha ditangisi oleh semuanya. Karena semua sayang Raesha. Meski nggak sempet meluk and gendong Raesha, semua merasa kehilangan. Raesha, tangismu ketika hadir di dunia ini, membawa kebahagiaan untuk semua. Dan kepergianmu, membawa tangisan bagi semua. Tapi percaya, kami ikhlas dan yakin kalo your mommy and daddy ikhlas melepas kepergianmu.

Dear Raesha, sleep well in heaven, sayang. Let the angels keeping and holding you tight. Pick your mom and daddy when the time to meet you again arrives.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Lvu…