Tags

Secara pribadi gw nggak kenal Ashira. Pertama kali baca beritanya di Detikcom, gw langsung terusik buat nyari tau siapa sih bocah lucu nan cantik ini. Subhanallah, namanya cantik, secantik parasnya. Ashira Shalva Riko. Nama yang indah dan pasti artinya indah sesuai harapan orang tuanya.

Innalillahi, ternyata Allah lebih sayang dengan Ashira. Cukup 2 tahun 4 bulan Allah menitipkan Ashira kepada Ayah Bundanya. Setelahnya, Allah ternyata lebih menginginkan Ashira ada di sisi-Nya. Si Non cantik akhirnya berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 11 Nopember 2014 kemaren.

salam dan doa untukmu, sayang...

salam dan doa untukmu, sayang…

Sedih. Itu yang gw rasakan. Posisi gw bukan sebagai Ayah Bundanya bener2 merasa teriris and gw nggak bisa membayangkan apa jadinya kalo gw diuji oleh Allah dengan kasih sayang-nya yang seperti ini. Kanker Neuroblastoma merenggut hidup Ashira dengan begitu cepatnya. Gw sempet liat foto2 Ashira di #praforashira dan Allahu Akbar, Ashira masih tampak begitu ceria meski tangannya terbalut dengan gelang rumah sakit. Hanya dia yang tau sesakit apa ketika sel2 kanker itu menggerogoti perutnya. Memakan sel2 yang sedang tumbuh di usianya yang begitu belia.

Innalillahi, Ashira cantik, dia mengingatkan kodrat gw sebagai seorang Ibu. Bagaimana gw harus menikmati setiap detik napas gw ketika cap “ibu” disematkan di dada gw. Bagaimana gw harusnya bersyukur ketika anak2 gw memanggil gw dengan kata “Bunda” dengan segala macam cerita. Ketika anak gw manggil “Bunda” ketika mau cebok pipis. Manggil gw “Bunda” ketika anak gw mau makan minta disuapin. Manggil gw “Bunda” ketika anak gw pengen mandi and dipakein baju sama gw. Manggil “Bunda” ketika anak gw pengen tidur berbantal lengan gw untuk menemani mimpinya. Ya Allah, sungguh selama ini gw sering melewatkan momen indah yang Kau titipkan melalui Afa and Ifa dengan keluhan capek, berisik, and alesan2 laen yang nggak masuk akal. Betapa panggilan “Bunda” itu hanya sebentar sering gw dengar. Betapa panggilan “Bunda” akan makin jarang gw dengar ketika anak2 gw makin dewasa dan punya kehidupan sendiri. Betapa gw pasti akan rindu pada momen ketika anak2 gw hanya butuh gw buat nemenin mereka.

Ashira, gadis mungil berusia 2 tahun 4 bulan, sedikit banyak membuka mata gw dan menyadarkan gw yang selama ini sering buta mengabaikan panggilan2 “Bunda” dari Afa. Sering sibuk pegang HP dengan alesan “me time” sampai Ifa baru gw pegang menjelang tidur malam. Betapa banyak waktu gw terbuang sia2 tanpa memberikan kenangan yang terpatri di benak Afa dan Ifa.

Ashira, dia udah memberikan insprirasi yang begitu mengena ke gw. Andaikan gw bisa langsung berucap terima kasih banyak langsung ke dia. Sesak dada gw ketika mencoba merasakan apa yang dirasakan Ayah Bunda Ashira. Perih ketika membayangkan sakit yang dia hadapi ketika dia berjuang melawan kanker yang ada di tubuh kecilnya. Gw nggak rela. Gw nggak mau dan gw nggak tega melihat anak sekecil dia, menghadapi dera sakit separah itu. Sakit Ashira, mengingatkan gw sama Afa dan Ifa. Umur mereka terpaut nggak jauh sama usianya. Dan Masya Allah, mereka begitu mungil. Begitu bersih, begitu polos tanpa dosa.

Melihat foto Ashira dengan mata terpejam dengan selang oksigen terhubung di hidungnya, gw tau Allah Maha Penyayang dan Maha Mengerti atas semua makhluk-Nya. Mungkin, dengan terpanggilnya Ashira, membuat kita yang selama ini sibuk dengan diri kita sendiri, secara nggak langsung bikin anak tersakiti, menoreh luka di hati anak kita, bisa tersadar dan memperbaiki hubungan kita, sebagai Bunda, dengan anak2 kita.

Ashira, yang tenang di sana ya, Sayang. Meski tante nggak kenal kamu. Hanya tau kamu dari berita2 dan sosial media, tante ucapkan terima kasih karena kamu telah mengingatkan tante untuk lebih bersabar dengan anak2 tante. Tante yakin, kamu sekarang kamu baik2 saja. Bisa maen sepuasnya dengan malaikat2 ganteng dan cantik di sebelahmu. Tunggulah Ayah Bundamu di sana. Tante yakin Ayah Bundamu nggak akan lupa sama Ashira. Dan kami di sini, mengirimkan doa tulus untuk Ashira.

 

*Jagalah putera putri hamba, ya Allah. Dan berikanlah kesabaran bagi hamba untuk menjadi Ibu yang terbaik bagi mereka. Yang selalu menorehkan kebaikan bagi bekal mereka sepanjang hidup mereka. Aamiin…