Tags

,

Salah satu momen spesial dalam hidup gw adalah ketika si mantan pacar melamar gw. Bener2 unbelievable waktu nyadar kalo sebentar lagi status gw berubah dari gadis menjadi seorang istri.

Dan puncaknya ketika mantan pacar ngucap ijab qabul dan resmi mempersunting gw as his wifiy. Senang, haru, bahagia, campur jadi satu.

Hari ini, tepat 3 tahun yang lalu, gw sedang dirias untuk siap2 menjalani proses ijab qabul itu. Alhamdulillah berjalan lancar. Dan selama 3 tahun ini gw sama ayah menjadi 1 tim dalam mengemudikan kapal bernama biduk rumah tangga. Banyak suka and duka tapi itu yang menjadikan rumah tangga kami istimewa. Banyak tawa meski sesekali terseling teriakan di dalamnya.

Memang, perjalanan 3 tahun untuk sebuah rumah tangga adalah waktu yang singkat. Kami masih piyik. Masih harus banyak belajar arti toleransi dan mengenal satu sama lain. Tapi gw yakin, selama kami masih memegang teguh janji kami untuk setia and memberikan yang terbaik satu sama lain, apapun yang kami pikir sulit and nggak mungkin, akan bisa kami lalui.

3 tahun bagi gw belom cukup buat mengenal 100% sosok yang selalu disamping gw. And believe me, seumur hidup gw pasti nggak akan bisa mengenal Ayah 100%. Gw masih and selalu dalam taraf belajar. Rumah tangga buat gw jadi sekolah yang tak akan ada sertifikat lulusnya kecuali gw menutup mata.

Apakah kami pasangan romantis? Oh no, cencu tidak. Bahkan ketika gw sama Ayah ngebahas soal romantis, kami malah ngakak bingung nyari sisi romantis masing2. Yang ada kami sebisa mungkin selalu bersama, mikir bareng2 kalo lagi ada masalah and pusing bareng kalo anak kenapa2.

Udah nggak ada lagi istilah gw ato Ayah. Yang ada kami. Dan 3 tahun ini benar2 berkah karena kami tak lagi berdua melainkan 3. Makin lengkaplah gw sama Ayah menyebut diri sebagai “kami”.

My love, thank you so much for everything. Nda tau banyak yang kurang dari diri Nda and Ayah (tetep ya bo’ gak mau kalah). Tapi Nda yakin Ayah akan kasih yang terbaik buat Nda and Afa. And kami yakin, sayangnya Ayah ke kami nggak akan habis and makin kuat dari hari ke hari.

Semoga hari2 ke depan yang gw yakin penuh tantangan, menjadikan perahu kami makin kuat menghadapi badai. Layar kami makin terkembang terhembus angin. Dan akhirnya perahu kami dapat berlabuh di pelabuhan milikNya. Tetep istiqamah, tetep belajar jadi ibu dan istri sholehah and tetep jadi Ayah and suami terbaik yang menjadi imam bagi kami semua.

Doakan kami ya, temans. Perjalanan kami baru sebentar and kami tau jalan kami masih teramat panjang untuk bisa dibilang usia pernikahan kami “sudah” berumur 3 tahun. Kami menyebut anniversary ini “baru” 3 tahun. Semoga rumah tangga kami menjadi berkah, damai sehingga kami merasakan sakinah, mawadah, warahmah. Tentu saja tak putus kami belajar menjadi orang tua terbaik untuk si bocah.

Rencana ke depan? Banyak. Mulai hunting sekolah buat si bocah, realisasi investasi entah apa, lanjut berharap si Ayah cepet kumpul bareng2, and sapa tau ketika kami masuk angka 4, awak kapal kami bertambah.

Pokoknya doain yang baik2 yah. Doa baik pasti diijabah dong. Amin, amin, aamiin…