Hari ini pertama kalinya anak Bunda ngambek ma Bundanya. Dicium nggak mau, diajak salim nggak mau juga. Antara sedih dan geli ngeliatnya. Afa masih marah karena Bunda pulang malem ya semalam? Maafin Bunda ya, Nak. Bukannya Bunda mau ninggalin Afa lama2. Tapi kondisi transportasi semalem yang nggak mengizinkan Bunda pulang cepet. Nggak ada yang paling Bunda pengen, selain cepet2 pulang setiap sore terus cepet2 pelukin anak Bunda tersayang.

You are my everything, Afa. Bunda bener2 jatuh cinta sama Afa. So, jangan marah sama Bunda karena Bunda sering ninggalin Afa di rumah maen sama si Mbak, ya. Tetep peluk Bunda ketika Bunda pulang dan mau berangkat kantor. Pelukan Afa jadi kekuatan Bunda. Pelukan Afa di waktu Bunda pulang jadi obat capeknya Bunda. Pelukan Afa di pagi hari jadi kekuatan Bunda untuk dapat menjalani hari2 Bunda di kantor.

Selama ini, Bunda sering berpikir, sepertinya Bunda yang lebih butuh Afa dibandingin Afa butuh Bunda. Tiap Bunda harus dinas atau lembur, duhhh…ngebayangin nggak bisa liat Afa, bikin hati Bunda makin berat ninggalin Afa lama2 di rumah. Tapi percaya sama Bunda, meski Bunda bukan seorang Bunda yang lemah lembut, bukan seorang Bunda yang sempurna, bukan seorang Bunda yang terbaik, tapi Bunda akan memberikan yang terbaik buat Afa. Bunda akan selalu di samping Afa. Menemani Afa untuk mengarungi kehidupan. Bunda akan jadi Bunda yang mampu membuat Afa siap mengarungi masalah, karena Bunda tidak selamanya ada di sisi Afa. Bunda akan berusaha semampu Bunda agar Afa jadi anak yang kuat, tidak lembek.

Bunda tidak mengharapkan Afa jadi yang terbaik, jadi super boy, jadi jenius. Bunda hanya ingin Afa jadi Afa. Anak Bunda dan Ayah. Jadi apapun yang terbaik yang diinginkan anak Bunda dengan dukungan Bunda dan Ayah. Nggak ada yang bisa bikin Ayah dan Bunda bangga selain melihat Afa tumbuh, tersenyum, melangkah mantab menjalani kehidupan yang telah Afa pilih.

Jadi, jangan marah dan ngambek lagi ya, Sayang. Bunda sayang sama Afa. Bunda cinta sama Afa. Ayah juga sayang dan cinta sama Afa. Bunda janji, setiap kesempatan akan Bunda gunakan untuk temenin Afa, pelukin Afa. Oke?!

Oya, jangan takut lagi sama geludug ya, Nak. Sementara ini Bunda akan tetep pelukin Afa tiap hujan turun dan ada geludug. Tapi Bunda harap, takutnya Afa sama geludug cepet ilang. Masa jagoan Bunda takut sama geludug.

With love,

To Afa from Bunda